7 Bahaya Gigi Berlubang Jika Tidak Segera Diobati

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :
7 Bahaya Gigi Berlubang Jika Tidak Segera Diobati

Bahaya gigi berlubang jika dibiarkan tak diobati

Gigi berlubang biasanya berbentuk lubang berwarna hitam atau cokelat gelap yang berkembang pada permukaan gigi bagian geraham belakang dan geraham lainnya yang bertugas mengunyah dan menggiling makanan. Umumnya gigi berlubang dialami oleh anak-anak, tapi tidak menutup kemungkinan banyak juga orang dewasa yang mengalami masalah gigi yang satu ini.
Jika gigi berlubang tidak segera ditangani dengan benar, ia dapat memicu infeksi jaringan tubuh. Nah, kalau jaringan tubuh sudah terinfeksi, maka infeksi tersebut akan menyebar ke organ-organ tubuh yang lain. Berikut beberapa masalah kesehatan akibat gigi berlubang yang tidak obati:

1. Rasa nyeri yang parah

Gigi berlubang menimbulkan rasa nyeri yang kadang tidak boleh dianggap sepele. Tingkat keparahan nyeri ini tergantung pada seberapa besar gigi yang berlubang. Anda mungkin secara tiba-tiba akan mengalami rasa sakit yang berdenyut-denyut di bagian gigi, lalu tak lama hilang.
Namun tak lama setelahnya, rasa nyeri itu muncul lagi bahkan menjalar ke telinga dan rahang sampai menyebabkan sakit kepala. Rasa nyeri ini kadang membuat aktivitas Anda jadi terhambat. Bahkan tak jarang ketika rasa nyeri muncul, ini menyebabkan Anda menjadi lebih sensitif terhadap lingkungan sekitar, mudah marah jika mendengar suara bising, misalnya.

2. Mempengaruhi struktur rahang

Jika Anda mengalami gigi berlubang namun dibiarkan terlalu lama, hal ini akan menyebabkan infeksi semakin meluas. Tidak hanya di bagian gigi, tetapi sampai ke bagian gusi. Bahkan bila tidak disembuhkan akan menyebabkan kerusakan di bagian tulang rahang.
Hal ini terjadi jika terdapat beberapa gigi yang ompong akibat pembusukan dari gigi berlubang, maka secara otomatis gigi akan bergeser dan mempengaruhi struktur gigi Anda dan tentunya akan berpengaruh pada struktur rahang juga.

3. Terjadinya abses

Hal ini adalah yang terjadi jika gigi berlubang tidak diobati sehingga infeksi menyebar ke jaringan lunak dari pulp, mulut, atau rahang. Pembentukan abses atau kantong nanah, dapat dilihat di sekitar gusi atau gigi dan akan menimbulkan rasa yang sangat menyakitkan. Abses ini disebabkan karena adanya bakteri yang berkumpul di dalam mulut.

4. Penyakit gusi

Penyakit gusi atau gingivitis, ditandai dengan adanya rasa nyeri dan peradangan pada gusi, dan bisa menjalar ke bagian gusi lainnya. Hal ini menyebabkan gusi tampak merah dan bengkak, bahkan gusi akan berdarah ketika dipegang atau disikat.
Dalam kasus yang lebih parah, ini memungkinkan Anda mengalami penyakit gusi yang disebut periodontitis.

5. Penyakit jantung

Beberapa penelitian telah menunjukan jika penyakit periodontal (penyakit gigi dan gusi), berhubungan dengan penyakit jantung. Pasalnya, gusi yang terluka memicu bakteri dalam mulut untuk memasuki aliran darah sehingga bisa menyebabkan infeksi di otot bagian dalam jantung (infective endocarditis). Infeksi tersebut membutuhkan pengobatan lebih lanjut dengan menggunakan antibiotik.

6. Penyakit stroke

Penelitian lainnya telah menunjukan jika adanya hubungan antara penyakit periodontal dengan stroke. Penelitian tersebut melihat adanya hubungan sebab akibat dari infeksi oral sebagai faktor risiko terkena stroke. Pasalnya ditemukan masalah infeksi oral pada penderita cerebrovascular ischemia – kondisi di mana tidak cukup aliran darah yang dibawa ke otak, sehingga memicu terjadinya stroke isemik.
Baik penyakit jantung maupun stroke, keduanya berisiko menyebabkan kematian.

Bagaimana cara mengobati gigi berlubang?

Hal terpenting yang harus dilakukan jika Anda mengalami gigi berlubang adalah, segeralah pergi konsultasi ke dokter agar segera ditangani apa tindakan selanjutnya yang harus dilakukan. Jika lubang gigi sudah mulai membesar, biasanya dokter akan menambalnya.
Jadi, mulai sekarang jangan menyepelekan gigi berlubang! Pasalnya, selain menimbulkan sakit, gigi berlubang jika tidak diobati akan menyebabkan infeksi semakin parah bahkan kematian.

Artikel Lainnya:

Silahkan Bagikan Tulisan-Artikel ini :